Ketika malam meradang semakin pekat
kurasakan sepi semakin mengikat
Jeritan hati terus merambat
senyap memeluk semakin erat
Malam...
Dengarkan suara jiwaku diantara pekatmu
Harapku hanya jadi bayang semu
Tangis ini masih baru, hangatku kian membeku
Menyisakan luka membiru...
Malam sirna, pagi datang dengan tawa.
Namun sia-sia
Duka berkuasa di istana raga
Mengeringkan lautan air mata...
Tak kulihat lagi bias-bias cahaya
Semuanya memudar perlahan sirna
Hati kecilku berkata...
Sekat makin nyata...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar