Minggu, 20 Mei 2012

Profil - Xavi Hernandez

Xavi

Nama Lengkap : Xavier Hernandez Creus
Tempat Lahir : Terrassa, Spanyol
Tanggal Lahir : 25 Januari 1980
Kebangsaan : Spanyol
Posisi : Gelandang
Bermain di Klub : Barcelona











Xavier Hernández i Creus atau yang lebih dikenal dengan nama pendek Xavi adalah pemain sepak bola profesional kelahiran Terrassa, Barcelona, 25 Pebruari 1980. Xavi yang berposisi sebagai playmaker telah lebih dari 70 kali memperkuat Spanyol, turut membawa Tim Matador menjuarai Piala Eropa 2008, dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Eropa 2008.

Xavi merupakan produk asli akademi sepak bola Barcelona dan telah bermain di Nou Camp sejak berusia 11 tahun.

Debut Xavi di tim senior Barcelona adalah pada 18 Agustus 1998 pada pertandingan final Piala Super Spanyol dan langsung mencetak gol ke gawang Mallorca. Pada musim berikutnya, Xavi menjadi salah satu pemain kunci pada tim asuhan Louis Van Gaal.

Meski kerap bermain di sektor gelandang tengah dan playmaker, Xavi juga piawai bermain di sektor gelandang bertahan dan disebut-sebut sebagai pemain dengan tipikal seperti Josep "Pep" Guardiola, mantan gelandang Barcelona yang kini menjadi pelatih.

Pada 11 Januari 2009, Xavi mencetak gol dalam penampilannya yang ke 300 di La Liga saat Barcelona menghadapi Osasuna.

Di tim nasional Spanyol, Xavi melakukan debutnya pada 15 Nipember 2000 saat Tim Matador bertanding menghadapi Belanda. Puncak penampilan Xavi bersama Spanyol adalah saat menjuarai Piala Eropa 2008. Xavi juga terpilih sebagai pemain terbaik pada turnamen tersebut.

Prestasi

- Juara La Liga: 1998-1999, 2004-2005, 2005-2006
- Liga Champions: 2005-2006
- Piala Super Spanyol: 2005-2006, 2006-2007
- Piala Dunia Junior: 1999
- Piala Eropa: 2008

Gelar Individu:
- Best domestic playe La Liga 2004-05
- Euro 2008 Player of the Tournament
- FIFPro World XI : 2007-08
- IFFHS World's best playmaker: 2008
- UEFA Team of the Year: 2008, 2009
- FIFA.com Team of the Year: 2008

Puisi , Malam

Ketika malam meradang semakin pekat
kurasakan sepi semakin mengikat
Jeritan hati terus merambat
senyap memeluk semakin erat

Malam...
Dengarkan suara jiwaku diantara pekatmu
Harapku hanya jadi bayang semu
Tangis ini masih baru, hangatku kian membeku
Menyisakan luka membiru...

Malam sirna, pagi datang dengan tawa.
Namun sia-sia
Duka berkuasa di istana raga
Mengeringkan lautan air mata...

Tak kulihat lagi bias-bias cahaya
Semuanya memudar perlahan sirna
Hati kecilku berkata...
Sekat makin nyata...